Lulus

Lulus,

Setelah selesai menyelesaikan tanggung jawab selama perkuliahan akhirnya sampai kepada garis akhir perjalanan yaitu kelulusan.

Setelah lulus banyak yang berbondong-bondong mencari pekerjaaan, ada yang karena kemauan mereka sendiri dan ada yang dikarenakan tekanan dari pihak keluarga ataupun orang-orang dilingkungan sekitar.

Yang jadi pertanyaan adalah,

Mengapa belum juga wisuda berlangsung sudah banyak yang menanyakan para mahasiswa yang hampir lulus ini sebuah pertanyaan seperti “nanti kerja dimana?” Mengapa mereka tak memberikan para mahasiswa tersebut waktu itu berpikir sejenak, untuk menata kembali rencana kedepan? Mengapa ditekan untuk setelah lulus harus langsung mendapatkan pekerjaan?

Memang pekerjaan itu penting dan semua orang memang harus bekerja, tetapi bagaimana dengan mereka yang masih ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi? bagaimana dengan mereka yang masih ingin belajar untuk menambah kemampuan mereka? Apakah itu salah dan sia-sia?

Pada akhir seharusnya setiap orang berhak untuk memilih pilihan mereka sendiri tanpa tekanan ataupun paksaan dari orang lain. Karena setiap orang mempunyai impian yang ingin diwujudkan.

~

DIY (1) : Membuat hiasan dinding dari Karton bekas

Ternyata karton bekas bisa dikreasikan loh menjadi hiasan dinding yang super imut bingitsss!, selain dapat ngurangin sampah karena menggunakan kembali bahan bekas kita juga dapat menghemat uang karena tidak perlu membeli hiasan dinding. Kalo bisa bikin sendiri ngapain harus beli sis!. Oke langsung capcuss ke langkah pembuatannya yukkk :

  1. Langkah pertama adalah siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan :
  • Gunting
  • Lem/selotip ( disini saya pake lem kertas)
  • Gambar yang mau dijadikan hiasan dinding (gambarnya bisa di download di google lalu tinggal di print atau bisa pake gambar apa aja yang ada dirumah)
  • Karton bekas (bahan utama nih dan paling penting)

2. Jika alat dan bahannya sudah lengkap, langkah selanjutnya adalah satukan gambar yang sudah diprint keatas karton bekas tersebut, seperti gambar pada dibawah ini

3. Setelah gambar dan karton bekasnya disatukan selanjutnya gunakan lem/selotip untuk merekatkan gambar tersebut, ingat bahwa keempat sisi gambar tersebut harus di lem, seperti pada gambar dibawah ini.

4. Bila sudah selesai direkatkan, hiasan dinding pun jadi dan bisa langsung di perlihatkan kepada dunia, hehehe. Tapi kalo dilihat belum terlalu imut hiasannya bisa ditambahkan sedikit pemanis, tapi bukan pemanis makanan loh, hihhihiihii

5. Agar hiasan dindingnya lebih cetar alias imut maka dapat digunakan pita kecil seperti pada gambar dibawah ini, ataupun dapat memakai hiasan apa saja yang tersedia dan yang dirasa cocok jika dipadukan dengan kreasi karton yang telah dibuat

Selesai deh kreasi hiasan dinding imutnyaaa^^ . Hiasan dindingnya siap untuk dipajang dengan ditempelkan pada dinding kamar atau ruang tamu dan bisa juga dipajang di meja, semuanya sesuai selera masing-masing~

Bila ingin dipajang di dinding maka kita dapat menempelkannya menggunakan lem yang tadi digunakan untuk merekatkan gambar dan karton. Caranya adalah dengan memotong lem sesuai panjang yang kita mau lalu digulung kedua sisinya dan ditempelkan dibelakang hiasan dinding yang dibuat. Siap deh di tempelin ke dinding (Untuk lebih jelasnya bisa lihat digambar ini soalnya saya sendiri juga bingung menjelaskannya, mon maap yah ><)

Yippieee kreasi hiasan dinding super imut dari karton bekasnya sudah jadi dan siap dipajang^^

15 Ciri Kasih

Halo para pembaca, di postingan kali ini saya ingin berbagi pembelajaran yang didapat saat melakukan PA (Pendalaman Alkitab) secara pribadi. Dalam PA yang saya lakukan beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan suatu pengajaran lewat firman Allah tentang apa itu kasih secara lebih luas. Selama ini saya berpikir bahwa kasih berarti hanya sebatas mencintai dan menyanyangi, namun bila dilihat dari dalam kitab 1 Korintus 13 : 4 – 7, dapat dilhat bahwa kasih sangat luas jangkauannya. Ciri-ciri kasih tersebut dapat dilihat pada gambar diatas. Dari ciri-ciri kasih yang ada tersebut saya jadi lebih memahami bahwa pada saat saya bersikap sabar dan tidak pemarah saat itulah saya memiliki kasih, juga saat tidak bersikap sombong disitulah ada kasih. Kasih Allah bukan hanya sebatas kata-kata mencintai dan menyayangi saja, tetapi jauh daripada itu mencakup beberapa hal lainnya. Setelah mengetahui kebenaran ini saya menyadari bahwa hidup yang selama ini dijalani masih sangat jauh dari kasih, namun dengan mengetahui kebenaran ini saya bisa belajar bagaimana mempraktekkan hidup dalam kasih berdasarkan ciri-ciri yang ada. Saya berharap semoga postingan ini memberkati para pembaca dan bersama-sama kita hidup lebih baik lagi didalam kasih dengan meminta kekuatan dari Tuhan.

Terimakasih bagi para pembaca yang mau meluangkan waktu untuk membaca postingan ini

Memulai (First Post)

Halo semuanya, Puji Tuhan akhirnya saya dapat memulai sebuah blog. Sebenarnya sudah dari beberapa tahun terakhir saya memiliki keinginan untuk membuat blog tapi terus ditunda. Dan akhirnya sekarang dapat dilakukan. Tujuan saya untuk memulai sebuah blog adalah karena saya senang menulis pengalaman saya dibuku atau jurnal dan akhirnya saya berpikir kenapa tidak untuk membagikan hal-hal tersebut lewat postingan blog. Untuk itu blog ini menjadi semacam “jurnal digital” saya. Semoga postingan saya kedepannya dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Dari pengalaman memulai blog ini saya mengambil suatu pembelajaran bahwa langkah pertama untuk melakukan segala sesuatu adalah dengan keberanian untuk memulai tanpa takut akan gagal. Karena segala sesuatu yang kita lakukan pasti memerlukan proses untuk menjadi lebih baik. Begitupun dengan blog ini saya telah memulai dan akan terus berusaha mengembangkannya menjadi lebih baik.

Terimasih bagi yang sudah mampir dan membaca postingan pertama saya.